IBX582A7DF8CA9F4 IBX582A7E48D759A Mengaplikasikan Hidroponik Sistem Tetes pada Kebun Tin Konvensional - URBAN HIDROPONIK

Header Ads

Mengaplikasikan Hidroponik Sistem Tetes pada Kebun Tin Konvensional

Urban Hidroponik - Hidroponik sistem tetes (drip system) termasuk salah satu sistem hidroponik yang bagi kami sangat fleksibel. Dalam artian kita bisa mencomot sistem fertigasinya untuk diterapkan pada perkebunan konvensional.

Kebun-kebun non-hidroponik bisa memakai sistem fertigasi tetes, misalnya dalam artikel ini kita akan menerapkan sistem tetes pada kebun tin.

Hidroponik Sistem Tetes pada Kebun Konvensional


Sistem "gabungan" ini apa bedanya dengan siste hidroponik murni dan sistem konvesional? Pada pertanian konvensional fertigasi kebun biasanya secara manual setiap tanaman mendapatkan siraman satu demi satu, baik langsung ke media tanam maupun bagian tanaman lainnya. Atau bisa juga secara otomatis menggunakan sprinkle, tapi kebanyakan orang memakai sprinkle hanya untuk irigasi saja (penyiraman) tidak beserta pemupukan, karena pemupukan biasanya dilakukan terpisah.

Pada hidroponik sistem tetes, fertigasi bersatu (pemupukan dan penyiraman) di mana nutrisi tanaman dibagikan pada media tanam sekitar area perakaran. Sehingga tanaman bisa langsung menyerap unsur hara makro-mikro yang cukup.

Adapun sistem gabungan ini bekerja dengan sistem  fertigasi bersatu di mana media tanam bisa berupa tanah, tanaman tidak usah ditanam memakai bucket atau pot alias bisa langsung tanam di guludan/bedengan/galengan.

Pengaturan Fertigasi Sistem Tetes Kebun Tin
Langsung aja deh, kita mulai dengan aplikasinya. Dalam artikel ini kita akan berbagi contoh dengan skala kecil, namun tentu saja skala ini sifatnya scale-up (bisa diaplikasikan dalam skala lebih besar). Kita mulai dari alat dan bahan yang dibutuhkan.

  • Saluran fertigasi (pvc 1/2" atau bila memungkinkan selang HPDE) panjangnya bisa disesuaikan dengan jumlah tanamannya (contoh jarak antar tanaman 1 meter, ada 4 tanaman berarti panjang selang yang dibutuhkan sekurangnya 4 meter + jarak ke sumber nutrisi)
  • Selang HDPE 7mm (Setiap tanaman diberi sekitar 30 Cm saja)
  • Stik dripper bengkok (Satu tanaman 1)
  • Neppel ulir (Satu Tanaman 1)
  • Pompa akuarium (1 saja)
  • Tandon/bak nutrisi (1 saja) 
Atur posisi bak nutrisi/tandon sedemikian rupa sehingga Anda bisa mengukur berapa panjang pipa/selang HPDE yang dibutuhkan sebagai saluran fertigasi. Lalu tempatkan pipa PVC/selang HPDE sejajar bedengan/guludan, tepat berada di pangkal tanaman (di atas tanah)

Setelah itu pasang nepel ulir pada pipa PVC, pemasangan tentu dilakukan di dekat pangkal tanaman. Pastikan menempel dengan baik dan tidak bocor ya. Pastikan posisi nepel ulir berada di permukaan atas pipa supaya kotoran tidak ukut naik.

urban hidroponik

Pasang selang HPDE 7mm dan stick dripper bengkok. Nah, stik driper bengkoknya bisa ditancapkan di sekitar area perakarangan dengan jarak antara 10-15 Cm dari pusat batang.

Setelah semuanya dirangkai sempurna, lakukan pengujian. Bila setiap tanaman berhasil mendapatkan pasokan nutrisi yang sama, berarti sistem telah bekerja dengan baik. Anda bisa memakai timer agar penyiraman hanya berjalan pada waktu tertentu saja secara otomatis. 

Selesai, secara sederhananya seperti di atas. Sebagai gambaran silakan perhatikan contoh desain gambar yang telah kami buatkan. O iya, sistem tetes ini bisa diaplikasi pada kebun selain tin, misalnya kebun pisang :D #Ciyus

urban hidroponik

Sekian berbagi fertigasi hidroponik sistem tetes pada kebun konvensional ini, semoga menginspirasi. Semoga bermanfaat. Selamat mengulik :)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.